Formasi PPPK 2021 Tahap 3 dan 2022 untuk Tendik Honorer dan Afirmasi Masa Mengabdi

Formasi PPPK 2021 Untuk Tendik Honorer dan Afirmasi Masa Mengabdi
Ketum DPP FHNK2I PGHRI Raden Sutopo Yuwono bersama pengurus lainnya saat menyerahkan dokumen kepada Dirjen GTK Kemendikbudristek Iwan Syahril. Foto dokumentasi

FHNK2I PGHRI Ketua DPP Forum Honorer Nonkategori Dua Indonesia Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (FHNK2I PGHRI) Nurul Hamidah menyampaikan permintaan khusus kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Nurul Hamidah meminta Menteri Nadiem agar memberikan formasi PPPK 2022 untuk tenaga kependidikan (tendik) honorer. 

Sebab, tendik honorer belum mendapatkan kesempatan mengikuti tes PPPK 2021, sehingga tahun ini mereka sangat berharap ada formasi. 

"Kami memohon kepada pemerintah agar merealisasikan dibukanya formasi untuk tendik, guru kelas dan mata pelajaran (mapel) lainnya dalam PPPK 2022," kata Nurul , Senin (24/1).

FHNK2I PGHRI juga berharap adanya jaminan kesejahteraan berupa standar upah minimum bagi yang belum bisa lulus PPPK tahap 1, 2, dan 3. 

Semua demi kebaikan honorer, dunia pendidikan, serta pemerintahan sekarang.

"Ini akan menjadi kenangan indah  di mata masyarakat," pungkas Nurul Hamidah. 

Ketum DPP FHNK2I PGHRI Raden Sutopo Yuwono meminta agar ada afirmasi dalam PPPK 2022

Dia berharap para tendik honorer diberikan kesempatan tiga kali tes, afirmasi sesuai masa pengabdian.

Sutopo menegaskan, tendik honorer sangat menantikan seleksi PPPK 2022 ini. 

Oleh karena itu, Sutopo berharap ada kebijakan khusus bagi tendik honorer yang bukan sarjana. 

"Saya risau karena kawan-kawan tendik ijazahnya banyak yang SMP dan SMA. Semoga Mas Nadiem memberikan kesempatan mereka bisa ikut tes PPPK 2022," harapnya.

Untuk melanjutkan studi ke jenjang S1, lanjut Sutopo, tendik honorer tidak punya kemampuan, keterbatasan anggaran, serta masalah dari sisi usia. 

"Saya berharap ada diskresi bagi kawan-kawan tendik honorer. Berikan kesempatan mereka ikut seleksi tentunya disertai panduan juga sama seperti yang diterima guru honorer," ucap Sutopo. (esy/jpnn)

No comments:

Post a Comment