Penjelasan Prof Nunuk Tentang Guru Honorer Yang Lulus Passing Grade Tanpa Formasi

Penjelasan Prof Nunuk Tentang Guru Honorer Yang Lulus Passing Grade Tanpa Formasi!
Para pentolan guru honorer lulus PG PPPK saat bertemu Sesditjen GTK Kemendikbudristek Prof Nunuk Suryani. Foto: Dokumentasi GLPGPPPK.

 Puluhan guru honorer yang lulus passing grade PPPK 2021 tengah bersukacita. 

Pengorbanan mereka jauh-jauh ke Jakarta membawa hasil.

Mereka bisa mendapatkan jawaban langsung dari Sekretaris Ditjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Nunuk Suryani.

"Alhamdulillah, upaya kami melakukan aksi damai mendatangi KemenPAN-RB dan Kemendikbudristek membawa hasil positif," kata Sekretaris Guru Lulus Passing Grade Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (GLPGPPPK) Meisi Lukitasari, Senin (23/5).

Untuk diketahui, GLPGPPPK merupakan forum guru yang memilih aksi damai ke kantor KemenPAN-RB dan Kemendikbudristek. 

Mereka lebih nyaman menyampaikan aspirasi langsung kepada para pejabat dua instansi tersebut, ketimbang bertemu lewat virtual.

Meisi mengatakan para pentolan guru honorer lulus PG PPPK merasakan kebahagiaan karena akhirnya tidak lagi menduga-duga.

Sebab, kata dia, semua masalah menjadi terang benderang setelah dijelaskan Prof Nunuk

"Penjelasan Prof Nunuk sangat luar biasa. Alhamdulillah, sudah ada jaminan akan nasib 193 ribuan guru honorer lulus PG PPPK 2021," terangnya.

Dalam video yang dibagikan Meisi  tampak Nunuk memberikan penjelasan soal nasib 193 ribu guru honorer lulus PG PPPK. 

Menurut Prof Nunuk, para guru  itu akan diprioritaskan dalam pengadaan PPPK 2022.

Menurut dia, yang lebih menggembirakan lagi adalah 193 ribuan guru honorer itu akan diangkat PPPK tanpa tes dan tidak dipindahkan ke luar daerah. 

Kalaupun di sekolah induknya penuh, maka akan ditempatkan di satu kabupaten/kota yang sama bagi guru SD dan SMP. 

Untuk guru SMA/SMK juga ditempatkan di wilayah satu kewenangan yang sama. 

Misalnya, jika SMA/SMK di Kota Surabaya penuh, maka dipindahkan ke wilayah Gresik, karena masih dalam satu Provinsi Jawa Timur.

Namun, Nunuk memberikan catatan, pengangkatan itu ada kuotanya. 

Oleh karena itu, Kemendibudristek terus melakukan pendekatan dengan pemda agar daerah yang memiliki guru honorer lulus PG ini mengajukan usulan formasi semaksimal mungkin.

Menurut Nunuk, semua ketentuan tersebut tertuang dalam PermenPAN-RB yang masih terus digodok.

"Kami lega karena sudah ada gambaran isi PermenPAN-RB yang baru kayak apa," ucap Meisi merespons hal itu. 

Saat ini GLPGPPPK akan terus bergerak agar 193 ribuan guru lulus PG ini mendapatkan kuota di daerah masing-masing. 

Sebab, Kemendibudristek serius memperjuangkan nasih guru honorer lulus PG PPPK. (esy/jpnn)


No comments:

Post a Comment