Kanwil Kemenkumham Aceh Laksanakan SKB Kesamaptaan CPNS dan Calon Taruna di Stadion Harapan Bangsa

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman MH mengatakan, sebanyak 724 peserta akan mengikuti seleksi ini.

Kanwil Kemenkumham Aceh Laksanakan SKB Kesamaptaan CPNS dan Calon Taruna di Stadion Harapan Bangsa 
Kakanwil Kemenkumham Aceh Meurah Budiman (memegang mik) didampingi Kadiv Administrasi Rahmat Rinaldi menyampaikan arahan pada panitia SKB CPNS Kemenkumham Aceh di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Selasa (23/11/2021) siang.  
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Aceh menyelenggarakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Kesamaptaan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Taruna/Taruni Politeknik Ilmu Permasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) Tahun 2021.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Kanwil Kemenkumham Aceh dengan Polda Aceh.

Acara ini berlangsung dari tanggal 24-27 November 2021.

Seluruh rangkaian tes akan dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa, Aceh Besar.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman MH mengatakan, sebanyak 724 peserta akan mengikuti seleksi ini.

Menurutnya, seleksi ini merupakan lanjutan setelah diumumkannya hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) beberapa waktu lalu.

"Sebanyak 714 orang merupakan pelamar formasi SLTA dan 10 orang merupakan calon taruna/taruni," jelas Meurah Budiman di Banda Aceh, Selasa (23/11/2021) malam.

Selanjutnya, Meurah Budiman mengatakan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka.

Pihaknya memastikan bahwa tidak ada tindak kecurangan pada setiap tahapan seleksi di lingkungan Kemenkumham Aceh.

"Tidak ada lagi calo, pungli, dan sebagainya. Kita terus memastikan dan menutup segala celah kecurangan serta menindak tegas jika ada pegawai yang terlibat," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum, Hendri Rahman mengatakan persyaratan/perlengkapan yang harus dibawa peserta tidak jauh berbeda pada saat pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

“Peserta harus membawa dokumen persyaratan seperti nomor ujian, KTP, surat hasil tes Covid-19, dan surat pernyataan kesehatan,” rinci Hendri Rahman. (*)Aceh Tribun

»»

Bocoran Ujian SKB CPNS 2021 BKN Jabatan Fungsional Kepegawaian


Peserta SKB CPNS 2019. Dok BKN

Rangkaian seleksi CASN kini memasuki masa ujian Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB CPNS 2021. Untuk ujian tahap 1 sudah dimulai sejak 15 November 2021. Sementara untuk tahap 2 baru akan dimulai pada 27 November 2021 mendatang.

Bagi peserta yang akan menghadapi ujian SKB CPNS 2021 ini, bisa memahami kisi-kisi materi terlebih dulu. Selain itu, bisa pula dengan mendengarkan pengalaman dari peserta yang sudah lulus seleksi CPNS pada tahun-tahun sebelumnya.

Seiring hal itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) berbagi kisi-kisi ujian SKB BKN yang mungkin bisa dipelajari oleh peserta. Kisi-kisi tersebut terkait dengan materi pokok soal SKB untuk Jabatan Fungsional Kepegawaian (JFK).

“Bagi #SobatBKN yang melamar pada formasi berkategori Jabatan Fungsional Kepegawaian, yuk kita ulik satu per satu kisi-kisi SKB JFK,” tulisnya dalam sebuah keterangan seperti dikutip dari akun Instagram BKN, Rabu (24/11/2021).

Sebagai informasi, salah materi yang termasuk ke dalam kisi-kisi SKB JFK adalah tentang Auditor Manajemen ASN.

Untuk menghadapi materi terkait Auditor Manajemen ASN, peserta ujian bisa mempelajari dan memahami kebijakan yang berkaitan dengan manajemen ASN. Di dalamnya termasuk norma, prinsip, standar, prosedur, hingga kriteria manajemen ASN.

“Itu dapat dipelajari di Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Kemudian untuk turunannya, saya mempelajari PermenPAN RB Nomor 94 Tahun 2020 tentang Auditor Manajemen Kepegawaian ASN,” jelas Fauzan, salah satu peserta yang berhasil lulus seleksi CPNS BKN 2019.

Di samping itu, Fauzan juga mengungkapkan bahwa secara tidak langsung materi soal ujian SKB sejalan dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh peserta.

Lebih lanjut dia menjelaskan, “Secara umum karena kita mau ngelamar di Auditor Manajemen ASN yang berkaitan dengan kepegawaian, saya kuliah dulu pernah belajar hukum kepegawaian.”

Terus Belajar

Ujian SKB CPNS Surabaya


Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Surabaya, Selasa (22/9/2020). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian SKB yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. (Juni Kriswanto/AFP)

Meskipun sejalan dengan latar belakang pendidikan, peserta tetap harus belajar dengan serius sebelum hari H ujian jika ingin lulus SKB. Sebab, kemungkinan kisi-kisi materi terkait ujian yang sudah dibocorkan secara umum akan keluar pada soal tes.

Hal itupun dikatakan oleh Fauzan sendiri. Selain itu, menurut pengalamannya, peserta juga lebih baik meningkatkan kualitas belajar karena kemungkinan akan ada beberapa pertanyaan yang mendetail.

“Secara umum materi pokok yang dikeluarkan oleh BKN terkait dengan jabatan yang saya lamar itu secara umum keluar semua. Cuma tergantung lagi bagaimana kualitas belajar kita terkait hal-hal detail karena beberapa pertanyaan dan persoalan juga ada yang berkaitan dengan soal-soal yang sifatnya detail,” jelasnya.

Sebagai informasi, di dalam soal SKB pun tidak terdapat sebuah studi kasus. Akan tetapi, soal SKB lebih ke substansi dari regulasi-regulasi, kata Fauzan.

Di samping memahami kisi-kisi materi soal SKB, peserta juga diharapkan terus update mengenai isu-isu nasional yang terjadi. Sebab nantinya bisa jadi para penguji akan bertanya terkait isu nasional tersebut dalam wawancara. Bahan tersebut juga bisa peserta kaitkan dengan jabatan yang dilamar.

“Jangan lupa untuk update isu-isu nasional yang nanti bisa temen-temen kaitkan dengan jabatan yang dilamar, siapa tahu nanti ketika wawancara hal itu juga bisa ditanyakan sama penguji. Mungkin itu saja. Jaga kesehatan,” pungkasnya.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati/liputan6


»»

Infografis Jadwal dan Ketentuan SKB CPNS 2021

 SKB CPNS

Foto: SKB CPNS (Luthfy Syahban/detik)
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) menggunakan CAT untuk CPNS 2021.

Hal ini tertuang dalam Pengumuman Ketua Panitia Seleksi Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tahun Anggaran (T.A.) 2021 Nomor: 12/PANPEL.BKN/CPNS/XI/2021 dan dan Surat Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Nomor 15732/B-KS.04.01/SD/E/2021.

Dalam pengumuman tersebut dijelaskan, bahwa peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS BKN T.A. 2021 wajib mengikuti seluruh tahapan SKB. Di antaranya seleksi kompetensi teknis jabatan yang dilamar menggunakan Computer Assisted Test (CAT), dengan bobot 75%, serta wawancara terkait nilai-nilai Pancasila, individu, dan organisasi BKN, dengan bobot 25%.

(dna/dna)Detik

»»

Sambil Kerja Jadi Pasukan Oranye, Rizki Berhasil Lulus Kuliah dan Cumlaude

Kisah petugas oranye lulus cumlaude
Foto: instagram @arizapatria
Kuliah sambil kerja bukanlah suatu halangan untuk bisa berprestasi. Dengan tekad dan manajemen waktu yang tepat, bahkan bisa saja lulus kuliah dengan nilai yang baik.

Hal itu ditunjukkan oleh Muhammad Rizki Hidayat, yang menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayah administrasi DKI Jakarta. Tekadnya untuk lulus pendidikan tinggi berakhir dengan predikat Cumlaude.

Diapresiasi Wakil Gubernur Jakarta

Atas prestasinya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, turut menghadiri tasyakuran dirinya sebagai salah satu anggota PPSU Kelurahan Cipinang Muara sekaligus sebagai mahasiswa yang lulus dengan predikat cumlaude.


Riza menyampaikan, keberhasilan anggota PPSU tersebut merupakan contoh yang baik atas perjuangan anggota PPSU tersebut, yang menjalankan kuliah sekaligus bekerja sebagai anggota PPSU.


"Ini contoh saja bagi PPSU seluruh Jakarta, bahwa selain bekerja Rizky bisa menabung dengan uang yang sedikit, kemudian bisa kuliah dan lulus dengan hasil yang memuaskan dan membanggakan," tuturnya dikutip dari laman Pemkot Jakarta Timur, Selasa (23/11/2021).

Sementara itu, sebagai anggota PPSU dengan kelulusan cumlaude, Rizki juga menyampaikan rencananya setelah lulus kuliah.

Ia mengaku akan terus mengabdi menjadi anggota PPSU Kelurahan Cipinang Muara sambil menunggu kesempatan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Yang pasti akan terus mencoba setiap tahun, sambil terus mengabdi menjadi PPSU di Kelurahan Cipinang Muara," ujar Rizky.

Kunci Kesuksesan Rizki

Perjalanan Rizki untuk bisa kuliah bukanlah hal mudah. Sejak SD sampai SMP, Rizki tinggal di Panti Asuhan, karena Bapaknya sudah meninggal, sementara Ibunya belum mampu menyekolahkan.


Namun demikian Rizki bertekad untuk membanggakan Ibunya dan selalu minta didoakan. Alhasil dengan keteguhannya belajar, Rizki bisa sekolah di SMAN 45 Jakarta Utara, saat itu ada program sekolah gratis.

Selepas lulus SMA, Rizki langsung bekerja menjadi PPSU, menabung untuk kuliah dan bertekad membanggakan Ibunya.

Lulus dengan IPK 3.52


Rizki merupakan lulusan Jurusan Teknik Informatika, Universitas Nusa Mandiri Jatiwaringin. Ia mendapatkan predikat cumlaude karena IPK saat kelulusan yang mencapai 3.52.

Prestasi ini juga turut diunggah Wagub Riza ke instagram pribadinya dengan mengucap selamat karena telah menjadi sarjana.

"Sekarang namanya Muhammad Rizki hidayat, S.Kom. Orangtua, adik dan teman-temannya sangat senang. Yang mengharukan bagi saya, adalah kisah dukungan dari teman-temannya sesama anggota PPSU. Selamat untuk Muhammad Rizki Hidayat, panjang umur para pekerja keras, terima kasih pada Rizki yang telah menginspirasi saya dan seluruh warga Jakarta," tulis Riza.

Dalam unggahannya Wagub Riza juga menyampaikan bahwa Rizki tak hanya membanggakan dalam kuliah tapi juga berhasil membuat aplikasi elektronik yang bermanfaat.

"Rizki membuat aplikasi diagnosa penyakit gigi yang telah diunggah di Google Play Store. Aplikasi tersebut diberi nama E-Gigi. Mantan anak panti asuhan ini benar-benar teladan," tuturnya.
(faz/lus) Detik

»»

Hal-hal yang Bisa Sebabkan Peserta SKB Tak Lolos CPNS

Ilustrasi tes CPNS 
     KOMPAS/LASTI KURNIAIlustrasi tes CPNS Tes seleksi kompetensi bidang (SKB) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) digelar pada 15 November dan diikuti 275.470 peserta.

Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengatakan, jumlah yang lolos ke tahap SKB ini belum termasuk peserta CPNS yang berada di luar negeri.

Nantinya tes SKB di luar negeri dijadwalkan berbeda dengan di Indonesia. "Untuk di luar negeri belum dan tidak berbarengan tesnya (skala nasional)," ujarnya, Rabu (24/11/2021).

Namun, ada yang harus diketahui oleh para peserta mengenai hal-hal yang bisa menggugurkan atau tidak lolos mengikuti SKB CPNS, yakni:

a. Peserta yang terlambat hadir tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti seleksi dan dianggap gugur;

b. Peserta yang tidak membawa kelengkapan dokumen persyaratan dan/atau terbukti memberikan dokumen palsu tidak diperkenankan mengikuti seleksi dan dianggap gugur; dan

c. Peserta yang melanggar ketentuan pelaksanaan SKB tidak diperkenankan mengikuti seleksi dan dianggap gugur.

"Bagi pelamar yang memberikan keterangan tidak benar/palsu pada saat pendaftaran, pemberkasan maupun setelah diangkat menjadi CPNS/PNS, BKN berhak membatalkan kelulusan serta memberhentikan status sebagai CPNS/PNS," isi dari surat pengumuman dari BKN tentang jadwal pelaksanaan SKB menggunakan CAT CPNS BKN.

Tes SKB CPNS di BKN sendiri akan dimulai 27 November hingga Desember mendatang di berbagai titik lokasi ujian masing-masing daerah yang dijadwalkan berbeda-beda.

Sebelum mengikuti ujian tersebut, peserta diingatkan kembali persyaratan yang mesti dibawa serta dipatuhi agar bisa lolos mengikuti SKB, meliputi:

a. Melakukan swab tes RT PCR kurun waktu maksimal 3x24 jam atau rapid tes Antigen kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negatif/non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti SKB;

b. Menggunakan masker 3 lapis dan ditambah masker kain di bagian luar (double masker);

c. Jaga jarak (physical distancing) minimal satu meter;

d. Cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer;

e. Ruang kegiatan maksimal diisi 30 persen dari kapasitas normal ruangan tempat pelaksanaan SKB Tahun 2021 yang akan dilakukan;

f. Peserta SKB wajib mengisi formulir Deklarasi Sehat yang terdapat di website sscasn.bkn.go.id dalam kurun waktu 14 hari sebelum mengikuti ujian seleksi dan paling lambat pada H-1 sebelum ujian.

Formulir yang telah diisi wajib dibawa pada saat pelaksanaan seleksi dan ditunjukkan kepada petugas sebelum dilakukan pemberian PIN registrasi.

Bagi peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19, diberikan kelonggaran berupa penjadwalan ulang yang dilaksanakan pada hari terakhir SKB plus 1 di setiap titik lokasi ujian.

g. Untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), peserta harus menunjukkan sertifikat/surat keterangan telah mendapatkan vaksin minimal dosis pertama;

h. Surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah/Puskesmas, khusus peserta di wilayah Jawa, Madura, dan Bali yang tidak dapat diberikan vaksin karena memiliki kondisi hamil/menyusui atau penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan atau penderita komorbid;

i. Peserta harus membawa dan menggunakan pensil kayu (bukan pensil mekanik);

j. Peserta wajib mengenakan pakaian rapi dan sopan, kemeja atas berwarna putih polos tanpa corak, celana panjang/rok dengan panjang dan belahan rok minimal di bawah lutut dengan bahan kain berwarna gelap (tidak diperkenankan memakai kaos, celana/rok berbahan jeans, dan sandal). Sedangkan peserta yang menggunakan jilbab harus berwarna gelap.kompas

»»

Bolehkah Diisi Peserta dari Formasi atau Instansi Lain Jika Tidak Ada yang Lolos SKB CPNS 2021

Tangkapan layar unggahan dari warganet yang menanyakan apakah formasi yang kosong dikarenakan tidak ada peserta yang lolos SKB dapat diisi oleh peserta dari formasi atau instansi lain. FACEBOOKTangkapan layar unggahan dari warganet yang menanyakan apakah formasi yang kosong dikarenakan tidak ada peserta yang lolos SKB dapat diisi oleh peserta dari formasi atau instansi lain. Unggahan pertanyaan terkait boleh tidaknya formasi yang kosong diisi oleh peserta dari formasi atau instansi lain karena tidak ada peserta yang lolos seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS 2021 muncul di media sosial, Facebook.

Unggahan tersebut dibagikan akun ini di grup Facebook Seputar CPNS dan PPPK 2021, Senin (22/11/2021).

"Assalamu'alaikum, min mau tanya apakah instansi yg kosong, tidak ada yg lolos PG atau SKB, apa bisa di isi oleh peserta dari instansi lain??" tulis pengunggah.

Sejumlah warganet pun memberikan tanggapan.

Ada yang mengatakan bisa, namun ada pula yang berpendapat bahwa hal itu tidak memungkinkan dikarenakan perbedaan instansi.

Lantas, bagaimana penjelasan dari BKN?

Soal formasi CPNS 2021 yang kosong

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengatakan, formasi CPNS yang kosong dikarenakan tidak ada peserta yang lolos SKB tidak dapat diisi peserta dari formasi ataupun instansi lain.

"Tidak bisa," ujarnya singkat, Selasa (23/11/2021).

Andai kata setelah SKB pada salah satu formasi didapati tidak ada peserta yang lolos, maka formasi yang dimaksud akan tetap dibiarkan kosong.

"Betul (formasinya dibiarkan kosong)," tandas Satya.

Pelaksanaan SKB dengan sistem CAT

Satya menjelaskan, peserta rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 yang dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berhak mengikuti SKB.

SKB dilakukan untuk menilai kesesuaian antara kompetensi bidang yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi bidang sesuai dengan kebutuhan jabatan.

Pelaksanaan SKB menggunakan sistem computer assisted test (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Link download materi SKB CPNS 2021

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah mengeluarkan Surat Nomor B/1625/M.SM.01.00/2021 tentang Materi Pokok Soal SKB dengan CAT.

BKN melalui akun Twitter resminya menyampaikan bahwa tidak ada salahnya untuk mempelajari surat dari Menteri PANRB tersebut.

"Kalian tinggal cocokan formasi yang kalian lamar, setelah itu pelajari kisi-kinya," demikian keterangan BKN dikutip dari twit-nya, Jumat (12/11/2021).

Download file-nya di sini: Materi Pokok Soal SKB dengan CAT untuk Seleksi CPNS 2021

KOMPAS/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Dokumen yang Wajib Dibawa Saat Tes SKB CPNS

»»

Ketentuan dan Link Unduh Materi SKB CPNS 2021

Tangkapan layar Surat Nomor B/1625/M.SM.01.00/2021 Tentang Materi Pokok Soal SKB dengan CAT.
bkn.go.idTangkapan layar Surat Nomor B/1625/M.SM.01.00/2021 Tentang Materi Pokok Soal SKB dengan CAT. Tahapan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 masih berlangsung.

Untuk dapat menjadi CPNS, para pelamar setidaknya harus melalui 3 tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Sejauh ini, proses seleksi sudah sampai tahap SKD dan menuju seleksi terakhir, yakni SKB.

Jadwal dan lokasi pelaksaan SKB pun telah diumumkan.

Para peserta yang dinyatakan lolos ke tahap ini bisa fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi materi-materi yang nantinya akan diujikan.

Apa saja materi yang akan muncul di SKB CPNS 2021?

Materi SKB CPNS 2021

Berdasarkan Surat Edaran Menpan RB No B/1625/M.SM.01.00/2021 tertanggal 10 November 2021, ketetapan terkait materi Seleksi Komptensi Bidang (SKB) CPNS 2021 adalah sebagai berikut:

Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan materi pokok soal SKB dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan ketentuan:

1. Untuk jabatan fungsional disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional

2. Untuk jabatan pelaksana yang bersifat teknis digunakan:

  • soal SKB yang disusun khusus untuk jabatan tersebut
  • soal SKB yang bersesuaian atau masih satu rumpun dengan jabatan fungsional dan/atau jabatan pelaksana terkait.

Surat pengumuman soal jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 di intansi Badan Kepegawaian Negara (BKN).bkn.go.id Surat pengumuman soal jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 di intansi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Untuk masing-masing formasi, baik Jabatan Fungsional maupun Jabatan Pelaksana, materi SKB pada umumnya terdiri dari soal-soal di ranah kompetensi umum dan kompetensi khusus.

Atau, bagi formasi-formasi tertentu, SKB terdiri dari ujian kemampuan umum dan kemampuan khsus.

Untuk mengetahui detail materi masing-masing formasi, dapat dilihat di Lampiran I dan Lampiran II Surat Edaran Menpan RB No B/1625/M.SM.01.00/2021.

Atau klik link berikut ini untuk mengunduhnya.

Sementara itu, merujuk Permenpan RB No 27 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, selain SKB dengan sistem CAT yang diselenggarakan BKN, materi SKB juga bisa berupa:

1. Psikotes
2. Tes Potensi Akademik
3. Tes kemampuan bahasa asing
4. Tes kesehatan jiwa
5. Tes kesehatan jasmani/tes kesamaptaan
6. Tes praktek kerja
7. Uji penambahan nilai dari sertifikat kompetensi
8. Wawancara, dan/atau
9. Tes lain sesuai persyaratan jabatan

Jadi, persiapkan diri dengan baik, kuasai materi-materi yang sudah disebut akan diujikan pada formasi yang Anda lamar.kompas

»»