Kepala BKN: Idealnya, Jumlah Pelamar CPNS Tidak Boleh Terlalu Banyak

Peserta Ikuti SKD CPNS Kemenko Marves. ©2021 Istimewa

 Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan, profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) sampai saat ini masih menjadi profesi yang banyak diminati oleh generasi muda, terutama di daerah. Menanggapi kondisi realita tersebut, Bima mengungkapkan, bahwa image Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih dipandang sebagai profesi yang dihormati. Profesi ini tidak hanya mengejar kesejahteraan, tapi dari sisi gengsi yang pada akhirnya menjadi mahal.

"Sebetulnya jumlah orang yang ingin menjadi ASN ini tidak boleh terlalu banyak. Mengapa demikian, karena ASN ini bukan sektor produktif, dia tidak menghasilkan atau tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi," terang Bima di Jakarta, Jumat (5/11).

Dia juga menjelaskan bahwa profesi ASN sebetulnya bukan lapangan kerja, tapi profesi untuk mengelola Negara. Namun, tidak bisa dipungkiri saat ini masih ada perbedaan cara pandang masyarakat kepada ASN dan pegawai swasta.

"Kini masih banyak orang yang menginginkan bekerja menjadi ASN. Namun lain halnya di beberapa negara maju, PNS dengan swasta itu hampir tidak ada bedanya."

Investigasi Internal Berantas Kecurangan Seleksi CPNS


Bima tidak menampik akan maraknya oknum-oknum yang memanfaatkan masyarakat untuk menjadi ASN dengan cara yang tidak sesuai sistem. "Sekarang ini dengan semakin ketatnya proses seleksi oleh sistem rekrutmen ASN, calo menjadi lebih terorganisasi,” ungkapnya.

"Kalau masuk saja sudah bayar, maka akan ada sesuatu yang akan dikejar nantinya (sebagai imbal balik pengeluaran), yang rugi adalah masyarakat sendiri. Padahal sistem rekrutmen ini dibentuk sedemikian rupa untuk merekrut ASN secara adil dan fair, karena yang bisa memasukkan Anda hanya anda sendiri dan doa Anda," tuturnya.

Bima menyatakan, pihaknya bakal melakukan investigasi di lingkungan internal BKN. Hal ini merespon adanya aduan yang dilaporkan masyarakat terkait rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). "Bahwa akan ada pula investigasi untuk internal BKN sendiri," kata dia.

Bersama tim Panselnas saat ini BKN juga terus berupaya untuk memperbaiki sistem, terutama dalam persiapan tahapan selanjutnya dalam Seleksi CASN, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sebab, semakin digitalnya suatu sistem, maka potensi semakin banyak gangguan makin terbuka. Modus kecurangan pun akan semakin canggih.

Bima melanjutkan, dengan transparannya nilai yang diumumkan secara real time , semakin banyak aduan yang dilaporkan sehingga perlu dilakukan forensik. Dalam hal ini BKN tidak tidak hanya mengandalkan pengaduan saja, tapi artificial intelligence untuk melihat
ketidakwajaran proses seleksi.

[bim]Mdk