Pengalaman Hidup Dari Buruh Bangunan dan Karyawan Toko Menjadi Guru PNS

 Novi Dwi Astuti berhasil lulus program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3,88.

Lihat Foto
Novi Dwi Astuti berhasil lulus program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3,88.(Dok. UNY) Siapa sangka, guru PNS ini adalah putri seorang buruh bangunan. Tapi sebelum jadi PNS, perjuangan Novi Dwi Astuti tidak mudah.

Alumnus SMAN 2 Bantul ini bahkan pernah hampir gagal melanjutkan studi di SMA. Tetapi, karena niat yang kuat untuk melanjutkan studi di pendidikan tinggi, akhirnya Novi bisa kuliah gratis di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Bahkan sebelum kuliah, dia juga pernah menjadi pelayan toko di Bantul setamat SMA karena ketiadaan biaya. Akan tetapi, Novi diterima di program studi PGSD UNY dengan menggunakan beasiswa Bidikmisi sehingga bebas biaya kuliah dan mendapatkan uang saku bulanan.

Putri kedua pasangan Gitono dan Sartiyah yang berprofesi sebagai buruh bangunan dan buruh tani tersebut berhasil menamatkan studi di UNY dengan IPK 3,88 dengan masa studi 3,5 tahun.

Tak pernah meminta uang saku

Menurut Gitono, sejak kecil Novi tidak pernah meminta uang saku pada orang tuanya. "Saya mendukungnya untuk melanjutkan pendidikan, namun saya tidak punya biaya," ucap Gitono dikutip dari laman UNY, Selasa (2/8/2022).

Namun Gitono merasa sangat bersyukur karena putrinya bisa mendapatkan beasiswa bidikmisi di UNY.

Semenatra Sartiyah mengisahkan bahwa saat duduk di SMA, Novi lolos menjadi finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Bantul, DIY dan memperoleh hadiah uang tunai Rp 2,5 juta.

"Uang itu dia berikan pada suami saya yang sedang memperbaiki rumah kami, untuk membeli semen," ungkapnya.

Sartiyah juga mangatakan bahwa setamat SMP hampir saja Novi tidak dapat melanjutkan studi di SMA karena ketiadaan biaya.

Untunglah ada tetangga yang kebetulan juga guru di salah satu SMA di Bantul mau membiayainya bersekolah. Akhirnya dia diterima di SMAN 2 Bantul.

Lagi-lagi karena prestasinya, dia bisa masuk ke Kelas Cerdas Istimewa di sekolahnya, sehingga terbebas dari kewajiban membayar SPP.

Namun sebelum menjadi PNS, Novi juga harus berjuang. "Pada Januari 2019 saya menjalani sidang skripsi. Tetapi karena satu dan lain hal, saya tidak bisa mengikuti yudisium di bulan Februari. Akhirnya saya mencoba melamar menjadi guru wiyata bakti di 15 sekolah di kecamatan saya," kata Novi.

Tak kunjung mendapat panggilan, akhirnya Novi diterima menjadi guru pendamping khusus di salah satu SD inklusi di Bantul.

Selang dua minggu menjadi guru pendamping ada salah satu SD Negeri di Sanden yang memanggilnya, yaitu SD Tegalsari tempatnya bekerja sekarang.
Novi mendapat tugas untuk menjaga perpustakaan sambil menunggu ada guru yang pensiun di bulan September.

Hingga akhirnya timbul keinginan menjadi guru sekolah dasar seperti ilmu yang didapatkan di UNY. Keberuntungan masih menaungi Novi, pada November 2019 pendaftaran CPNS dibuka.

Dengan meminta restu orang tua Novi mendaftar sebagai guru SD. Kembali kebimbangannya muncul dalam menentukan pilihan sebagai guru di SD mana.

"Sampai pada akhirnya, pilihan saya jatuhkan pada sekolah tempat saya mengabdi yaitu SDN Tegalsari. Kemantapan itu muncul begitu kuat di hati saya," tutur dia.

Beberapa seleksi perlu dilalui dalam proses ini yaitu seleksi administrasi, tes SKD dan tes SKB. Novi berhasil lolos tes administrasi dan melangkah pada tes SKB.

Gitono dan Sartiyah mengantarkan sampai depan rumah dengan berurai airmata melihat anaknya akan berkompetisi dengan 11 pendaftar lainnya.

"Doa dan restu mereka menjadi energi tersendiri dalam hidup saya. Saya mendapat skor 377 dan alhamdulillah mendapat peringkat pertama," kata Novi.

Ikut PPG Prajabatan Mandiri

Selain itu, di sela waktu menunggu tes SKB, ada pembukaan PPG Prajabatan Mandiri dengan biaya Rp 17 juta untuk dua semester.

Dengan berbekal tabungan beasiswa Bidikmisi dan uang tabungan hasil memberi les pada siswa sekolah, Novi mendaftar PPG mandiri dan berhasil lolos.

Tahun 2021 Novi melaksanakan tes UKIN dan UP PPG sebagai syarat kelulusan, dan lolos. Sebagai CPNS, Novi juga harus menjalani latsar juga di tahun 2021.

Hingga puncaknya pada akhir 2021, sertifikasi pendidik Novi turun dan Maret 2022 SK Pengangkatan PNS-nya juga turun. Perjuangan panjang gadis putri buruh bangunan tersebut memasuki era baru.

Walaupun begitu Novi masih menyimpan harapan dapat studi lanjut S2 PGSD dengan beasiswa negara.

Novi berpesan, jika seseorang berusaha, ia bisa bangkit dari bawah jurang, dia juga bisa mengaspal jalannya sendiri di mana nantinya jalannya itu akan lebih awet.

"Dilahirkan dijalan yang beraspal pun, tak menjamin jalannya tidak akan rusak, kecuali ia mau berusaha merawatnya. Tetaplah berusaha nanti Tuhan yang mengabulkannya," tandas Novi.kompas