2 Mekanisme Penempatan Guru Swasta yang Lulus di Tahap 2, tapi Tidak Ada Formasi

Begini Penempatan Guru Swasta yang Lulus di Tahap 2 tapi Tidak Ada Formasi, Ada Dua Mekanisme Ini
2 Mekanisme Penempatan Guru Swasta yang Lulus di Tahap 2, tapi Tidak Ada Formasi
Pada seleksi PPPK guru 2022 untuk formasinya akan digabungkan dengan sisa formasi yang ada di tahun 2021 lalu.

Untuk seleksi PPPK guru di tahun 2021 lalu, terdapat sebanyak 193 guru yang telah lulus passing grade, tetapi tidak mendapatkan formasi.

Dalam hal ini juga terdapat skema penempatan guru swasta terutama bagi yang lulus passing grade di tahap 2, akan tetapi formasi tidak tersedia.

Terkait hal tersebut terdapat dua kabar untuk seluruh peserta prioritas 1 atau P1 yang diprediksi akan langsung mendapatkan penempatan pada PPPK guru 2022.

Perlu diketahui bahwasanya penempatan untuk semua guru di sekolah swasta berbeda dengan kategori guru THK-II serta guru honorer yang ada di sekolah negeri.

Seperti guru di sekolah negeri yang tidak mendapatkan formasi dari sekolah asalnya, maka bagi guru tersebut akan masuk ke dalam waiting list atau cloud.

Berbeda dengan guru yang di sekolah swasta yang sejak awal tidak memiliki sekolah asal atau sekolah induk.

Maka bagi guru sekolah swasta tersebut akan secara otomatis masuk ke dalam waiting list untuk ditempatkan.

Meski demikian, bagi guru honorer sekolah swasta tersebut yang sudah masuk ke dalam waiting list, akan ditempatkan di sekolah negeri.

Hal tersebut sebagaimana yang telah dijelaskan pada PermenpanRB Nomor 20 Tahun 2022, mengenai pengadaan PPPK guru dan formasi yang dibuka di daerah guru masing-masing.

Dalam hal ini, bagi guru honorer sekolah swasta tersebut akan diberlakukan untuk penempatan guru yang telah lulus passing grade di tahun 2021.

Selain itu, pada mekanisme penempatan guru yang telah lulus PG, bagi guru honorer sekolah negeri yang tidak mendapatkan formasi juga akan dimasukkan ke waiting list.

Maka, dari kondisi tersebut baik guru honorer sekolah negeri maupun swasta akan bersaing secara perankingan untuk bisa mendapatkan formasi.***

Editor: Aida Annisa